Helsusandra 's posts with tag: pernikahanku

Tanggal hari ini, tepat satu bulan pernikahanku. 11 Juni 2006, menikah Helsusandra Syam dengan Helfa Afrianti.Waktu berlalu mengalir begitu saja dan meninggalkan yang termangu. Langkah hidup telah dijalani... Sebulan berlalu, berapa jauh lagi jarak yang bisa ditempuh...Apakah yang lebih indah dalam hidup ini, ketika mimpi telah menjadi nyata. Angan menikah adalah angan setiap muslim. Sesungguhnya ia adalah setengah dari agamanya. Beribadah pun semakin indah. Apakah yang lebih romantis ketika bangun tidur, kecup sayang dan salam menyapa. Dan ketika mata pun harus dipejamkan di kala malam, demikian juga adanya, ada kasih-sayang isteri yang menyertai. Bayangan akan hadirnya bidadari, yang menyejukkan mata dulunya adalah angan. Isteri yang mencium mesra tangan suami, kecup sayang suami pada isteri, salam cinta melepas keberangkatan adalah gambaran khayal keinginan. Dan ketika angan telah menjadi nyata, tidakkah itu karunia terindah yang telah Allah berikan kepada kita....?"Ya Allah, limpahkanlah kepada kami keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah."Pernah ada yang berkata, bahwa perkawinan itu akan mendatangkan ketenangan. Demikianlah adanya. Proses pernikahan kami sebenarnya cukup singkat. Tidak mengikuti pola orang kebanyakan, pacaran dulu baru kawin. Kami telah sama berjanji, pacarannya nanti saja setelah nikah. Duh, memang indah sekali. Seperti sepasang sejoli, kemesraan tanpa batas, tanpa halang dan tanpa risau akan dosa.
Isterimu adalah laksana pakaian bagimu. Memang kami masih baru, masih lama waktu yang akan dilalui. Masih jauh jarak yang akan ditempuh. Tapi kami telah berani untuk melangkah. Telah disepakati bahwa Allah yang menjadi tujuan kami, menjadi penunjuk jalan kami, penerang hidup ini.... InsyaAllah ini akan menjadi bekal kami dalam merintis hidup baru ini, menjelajahi dunia ini...Tentu saja ada yang berubah. Diriku tidaklah lagi seperti yang dulu... tapi tidakkah semua orang ingin berubah.. berubah menjadi lebih baik....Kalau dulu, berangkat kerja tak ada yang melepas dengan doa dan cinta, berangkat ngeluyur begitu saja. Sekarang sudah ada yang melepas dengan mesra. Jika dulu makan siang di warung--dimasakin oleh orang, sekarang lebih nikmat bekal dari isteri. Jika dulu seenaknya kemana saja, mau pulang kerja jam berapa, mau pulang dulu atau 'nggak, sekarang sudah ada yang menanti dan harus dikenang agar tak seenaknya lagi..... Doa Sang PengantinYa Allah, andai Kau berkenan, limpahkanlah kepada kami cinta yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Kubra yang kau jadikan mata air kasih sayang Iman Ali dan Fatimah Az Zahra yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci, Ya Allah, andai semua itu tak layak bagi kami, maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridha-Mu. Jadikanlah kami sebagai suami-istri yang saling mencintai, saling mengingatkan di kala bahagia, saling mendoakan dalam kebaikan dan ketakwaan, saling menyempurnakan dalam peribadatan. Ya Allah, sempurnakanlah kebahagiaan kami ini sebagai hadiah kepada Mu dan bukti pengikutan cinta kami kepada Rasulu-Mu
Amien.
Jakarta, 11 Juli '06. Sebulan kemesraan ini...

| |